Artikel Lainnya

Harga Penjualan Anjlok, Mahasiswa UTM Olah Nangka Menjadi Jinang dan Sengkah Bernilai Jual Tinggi




Bangkalan - Nangka menjadi salah satu komoditas yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai olahan makanan. Buah nangka pada umumnya hanya dimakan langsung atau dijadikan keripik, sedangkan biji nangka hanya sekadar dimasak dengan air lalu dikupas dan dimakan, bahkan tidak jarang biji nangka dibuang begitu saja. Seperti yang diketahui, nangka merupakan salah satu buah yang sering dijumpai. Di Madura sendiri, desa Karanganyar termasuk salah satu desa penghasil buah nangka yang melimpah.

“Saking banyaknya nangka di desa Karanganyar, nangka dijadikan makanan untuk hewan ternak seperti Sapi dan sebagainya” Ujar Bapak Tohir selaku kepala desa.

Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kelompok 2 bersama masyarakat di Desa Karanganyar Kecamatan Modung Bangkalan mengembangkan buah dan biji nangka menjadi produk bernilai jual tinggi. Potensi buah nangka yang melimpah dengan harga jual yang rendah menjadikan warga setempat mengeluh.

 “Di sini banyak buah Nangka, tapi harganya tidak sesuai dengan ongkos untuk membawa ke pasar” tutur Maria Ulfa, sekertaris PKK di Desa Karanganyar (Kamis, 27/12).

Peserta pelatihan terlihat senang dengan diadakannya pelatihan yang dilaksanakan di balai desa tersebut. Keingintahuan mereka untuk mengolah nangka dan bijinya sangat terlihat dari antusias dan fokus mereka dalam menyimak penjelasan pemateri.

 “Saya coba selai dan stiknya enak. Kami akan kembangkan ini, pasti” lanjutnya.


Pingky Yunitasari, mahasiswa KKN kelompok 2 sekaligus penanggung jawab produk  mengungkapkan pelatihan mengolah daging nangka menjadi selai dan biji nangka menjadi stik diadakan guna menaikkan harga jual buah nangka. Selain itu, selai nangka (Sengkah) dan stik biji nangka (Jinang) dapat bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan buah nangka tanpa olahan.

 “Kami harap ibu-ibu di sini bisa mengembangkan produk Sengkah dan Jinang ini, apalagi ini akan menaikkan nilai jual nantinya.” tutur mahasiswa yang berasal dari Ponorogo.

Proses pembuatan ‘Jinang’ dan ‘Sengkah’ dilakukan semudah mungkin dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan agar warga dapat membuatnya secara mandiri ketika akan dikembangkan ke depannya. (red)

Kelompok KKN 02

  • Fajar Riski
    'Kordinator Desa'

  • Durrotul Fauziyah M
    'Sekretaris Desa'

  • Nur Halimah
    'Bendahara Desa'

  • Moh. Hasbi Ash Shiddiqi
    'PJ Video Profil Desa '

  • Eka Septia Ni'mah
    'PJ Buku Desa'

  • Ratna Juwita Sa'adah
    'PJ Blog Desa'

  • Agus Salim
    'PJ Poster'

  • Ach. Farisi
    'PJ Luaran Lain-lain '

  • Nafisatun Nufus
    'PJ Desain Produk'

  • Mohammad Ghufron
    'PJ MOU '

  • Pingky Yunitasari
    'PJ Produk Unggulan Desa'

  • Halimatus Sa'diyah
    'PJ Kegiatan A '

  • Shokhikhatus Silmi
    'PJ Kegiatan B '

  • Llaini Basymatul H
    'PJ Kegiatan C '

  • Sonia
    'PJ Kegiatan D '

Letak Desa Karang Anyar

Karang Anyar Modung Designed by Fajar Riski | Copyright © 2019

Karang Anyar Modung Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2019

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.